STOP..Global Warming

Posted: PMpWed, 04 Feb 2009 16:01:13 +000001Rabu 15, 2008 in Selayang Pandang
Tag:, , , ,

stop-global-warmingNegara Utara merupakan negara yang harus bertanggung jawab atas semua masalah mengenai pemanasan global,meskipun hanya dihuni 20% masyarakat dunia negara ini memproduksi dan menggunakan emisi gas rumah kaca80-90% akibat dari pemakaian emisi dan gas rumah kaca akjan mengakibatkan pada peningkatan temperatur panas bumi. Menurut Intergovermental Panel on Climate Change ( IPCC ) temperatur permukaan panas bumi rata-rata meningkat dari 0,3 Celcius menjadi 0,6 Celcius  dalam kurun waktu 100 tahun terakhir, jika jumlah emisi gas rumah kaca terus terbentuk diatmosfir maka diperkirakan pada tahun 2030 temperatur bumi akan mengalami kenaikan sampai 1,5 Celcius- 4,5 Celcius.

Peningkatan temperatur panas bumi seperti ini akan menimbulkan perubahan iklim yang akan mengakibatkan naiknya permukaan laut,meluasnya padang pasir,pengasinan sumber air minum,banjir besar disetiap negara-negara kepulauan dan bencana kelaparan diseluruh dunia karena daerah-daerah pertanian akan musnah serta ekosistem akan mengalami kehilangan sebagian besar keanekaragaman species.

Selain daripada itu adalagi masalah yang diakibatkan oleh perubahan iklim yang berdampak pada perubahan air laut yang dapat mengubah populasi ikan, perubahan curah hujan yangdapat mempengaruhi aliran sungai,penyimpanan air sungai yang berdampak bagi irigasi dan navigasi.

Masalah lain yang menyebabkan pemanasan global adalah menipisnya lapisan ozon  yang disebabakan oleh pemakaian Cloro Fluoro Carbon (CFC) dampak bagi   kesehatan mahluk hidup dari menipisnya lapisan ozon yaitu masalah pernapasan, berkurangnya sistem kekebalan tubuh.

Perusakan ozon dalam skala Global yang dilakukan oleh negara-negara maju harus dipertanggung jawabkan karena negara tersebut berperan penting dalam produksi dan pemakaian gas metan dan CFC.Masalah pemanasan global yang berdampak langsung pada negara-negara berkembang harus menjadi perhatian masyarakat dunia karena negara –negara berkembang tidak memiliki dana yang cukup untuk membangun fasilitas untuk mengantisipasi dan mencegah dampak dari pemanasan global tersebut.

ME018098Belum lagi masalah Polusi udara yang terjadi dinegara berkembang seperti negara Indonesia banyak terjadi di kota-kota besar seperti Medan, Surabaya, Bandung sudah sangat tahap yang mengkhawatirkan. Di Jakarta sendiri, sudah mencapai diatas seratus (100) mikrogram oktan yang ada di udara,  sangat melebihi apa yang dianggap aman untuk manusia (+6-10 mikrogram). Pencemaran sungai-sungai, laut dan tanah diperburuk lagi oleh limbah radioaktif disamping limbah-limbah industri dan rumah tangga. Belum lagi penghancuran dan pengrusakan SDA, flora dan fauna di bumi yang dilakukan atas nama “peningkatan ekonomi” dan bagian dari proses industrialisasi yang dimunculkan oleh modernisasi.

Dampaknya, terhadap alam itu sendiri jelas terlihat. Hutan gundul yang mengakibatkan tanah longsor, kekeringan, hancur dan hilangnya ekosistem satwa. Akhirnya menjadi maut bagi manusia. Flora dan fauna yang jelas-jelas sangat membutuhkan air bersih. Dan dalam skala global, akan merusak keseimbangan alam itu sendiri, hukum yang sempurna dan dinamis dari alam menjadi berantakan. Sebut saja pemanasan global sebagai akibat dari memanasnya suhu bumi karena kehancuran yang terjadi, dan perubahan iklim di berbagai belahan dunia. Belum lagi kerugian dari punahnya beberapa spesies dalam jumlah yang sangat besar. Penelitian terakhir hampir menyatakan bahwa “raja hutan jawa’ harimau jawa telah punah, sebab selama penelitian sama sekali tidak ditemukan jejak kaki dan kotorannya.

Sedangkan dampaknya terhadap manusia, sudah dirasakan, dari yang paling sederhana hingga yang terumit. Yang paling sederhana mungkin banjir dan tanah longsor, belum lagi bencana-bencana alam yang lain baik itu karena manusianya sendiri maupun alam. Yang terumit dan paling membahayakan dewasa ini adalah limbah radioaktif dan B3 lainnya. Dampak terburuknya adalah kematian yang dalam beberapa kasus merenggut nyawa manusia hanya dalam waktu tiga bulan. Sebut saja kasus pencuria batang”Cobalt-60” dari rumah sakit di Bangkok pada februari 2000:”Cobalt 60” tang mengandung radio aktif itu lalu dibuat kaki meja dan kursi yang kemudian tersebar kependuduk, 10 orang terkena radiasi, 7 orang kritis dan tiga orang meninggal dalam tempo tiga bulan. Dua kasus lagi terjadi di Brazil tahun 1967 dan Indonesia (P.T Krakatau steel) Nov. 2000. dan disamping kematian, radioaktif juga menyebakan kanker. Cacat dan penyimpangan genetika. (Kompas, 2  Nov).

asap-kanlpotPolusi asap kendaraan dan industri juga “menyumbangkan” penyakit                                         ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) hingga kanker bagi manusia. Menipisnya lapisan ozon kurang lebih 15 tahun terakhir inipun mengakibatkan kanker kulit.

Beberapa dampak yang ditimbulkan oleh Global Warming, adalah :

1. Pemanasan bumi dan periode iklim yang tidak menentu
2. Kenaikan muka air laut dan banjir
3. Pencairan Glaser
4. Pemanasan kutub dan antartika
5. Penyebaran penyakit
6. Datangnya musim semi lebih awal
7. Turunnya jumlah populasi dan fauna serta perpindahan fauna yang cepat
8. Matinya terumbu karang
9. Banjir dan Badai Salju
10. Kebakaran

Perusakan Hutan di ASIA Tenggara.

Negara                           Tingkat kerusakan

Indonesia 0,5 juta ha/ tahun

Fhilipina                         100.000-250.000 ha/ tahun

Thailand 333.000 ha/ tahun

Malaysia 100.000 ha/ tahun


Masih banyak lagi masalah lingkungan hidup lain. Masalah kelautan, pendidikan, penegakkan hukum, yang jelas-jelas berdampak pada kemiskinan social, ekonomi. Hingga tragedy kemanusiaan yang telah banyak makan korban bagi masyarakat-masyarakat lemah. Apa sebenarnya yang terjadi, dan apa sebenarnya yang bermasalah. Dan apa sebenarnya yang wajib kita lakukan?

Cintailah Alam Dengan Hatimu Jangan Dengan Pikiranmu Sebab Pikiran Tak Memiliki Perasaan.

Stop..Illegal Loging Now..!!

Komentar
  1. Musicool mengatakan:

    Untuk mengurangi pemanasan global, mari kita kurangi CO2, baik dari kendaraan bermotor, listrik, ataupun industri. Saya membaca satu poster di salah satu industri elektronik besar di Bekasi, bahwa “setiap penghematan listrik 1 KWh = pengurangan CO2 sebesar 0,712 Kg”, berarti setiap orang bisa ikut aktif dalam mengurangi pemanasan global, paling tidak dengan menghemat pemakaian listrik setiap bulannya.
    Dari manakah penghematan signifikan yang bisa kita dapat? Menurut penelitian yang dilakukan oleh salah satu BUMN di gedung2 komersial, pemakaian mesin pendinginlah (AC, chiller) yang paling besar memakai daya listrik, sekitar 60-70% dari seluruh tagihan listriknya.
    Dan tahukah teman2 Mesin pendingin menggunakan Freon (CFC, HFC, HCFC) sbg bahan pendinginnya, didalam freon mengandung Chlor & Fluor. Chlor adalah gas yang merusak lapisan ozon sedangkan Fluor adalah gas yang menimbulkan efek rumah kaca. Global warming potential (GWP) gas Fluor dari freon adalah 510, artinya freon dapat mengakibatkan pemanasan global 510 kali lebih berbahaya dibanding CO2, sedangkan Atsmosfir Life Time (ALT) dari freon adalah 15, artinya freon akan bertahan di atsmosfir selama 15 tahun sebelum akhirnya terurai.

  2. TA mengatakan:

    TERIMA KASIH SUDAH MEMBANTU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s